This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 17 November 2020

Pengerasan Jalan Demi Kepentingan Warga,Sertu Kueng Terjun Langsung Pimpin Kerja Bhakti



Tengaran,Kab Semarang-Sejumlah Babinsa Koramil 06/Tengaran, Kodim 0714/Salatiga melaksanakan kegiatan karya bakti membantu warga pembuatan Makadam jalan di Dusun Kadipurwo Desa Bener kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang,Rabu (04/11)

Babinsa Bener Sertu Kueng bersama anggota koramil Tengaran lainnya, bersama-sama warga, bahu-membahu membangun jalan makadam yang menghubungkan dusun Senjoya sampai makam Cengkek dusun Kadipurwo

Karya bakti kali ini melibatkan 6 anggota Koramil 06/Tengaran  bersama warga kurang lebih 15  orang yang dipimpin kadus Kadipurwo

Sertu Kueng mengatakan dirinya senantiasa siap membantu karya bakti yang dilaksanaan di wilayah binaan, berbagai kegiatan masyarakat di wilayah binaannya.

"Ini sudah merupakan salah satu bagian dari tugas pokok kami sebagai seorang Babinsa,” ujarnya

Melalui kegiatan karya bakti ini dengan harapan dapat menumbuhkan rasa gotong-royong yang baik, serta sebagai ajang Silaturahmi antara TNI dengan masyarakat, sehingga memupuk rasa ersatuan dan kesatuan antara TNI dengan Rakyat tuturnya

Kepala Desa Tengaran Tri menyampaikan kami mewakili warga sangat senang dengan keterlibatan TNI di desa kami, semua pekerjaan dapat diselesaikan berkat kesiapan TNI dan kami mengucapkan terimakasih kepada anggota Koramil 06/Tengaran, yang senantiasa berperan aktif di sejumlah pembangunan di desa kami.

Serka Dulkolik Bersama Warga Perkeras Jembatan Penghubung

 



Pabelan,Kab Semarang-Salah satu kemanunggalan rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah Gotong royong, sebagaimana yang dilakukan oleh Serka Dulkolik Babinsa Glawan bersama anggota Koramil 02/Pabelan dalam pengecoran jembatan di dusun Semare desa Glawan kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang,Selasa (03/11)


Jembatan  yang menghubungkan Dusun Semare menuju Dusun Randusari Desa Glawan  yang berada di Kecamatan Pabelan adalah salah satu akses untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari masyarakat setempat.Sehingga kondisi jembatan harus bener benar kokoh dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Dengan peran serta Babinsa desa tersebut maka hal tersebut dapat dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat setempat, "Jembatan ini merupakan akses bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas, anak-anak Desa Glawan yang akan bersekolah banyak melewati jembatan ini, dan jembatan ini pula yang menjadikan dan akses terdekat masyarakat untuk dapat melakukan aktifitas dagang atau bertani," Ujar Serka Dulkolik.

Serka Dulkolik juga menambahkan, bahwa tugas Babinsa adalah membantu masyarakat yang dalam kesusahan, dirinya mengajak masyarakat desa untuk memperbaiki jembatan tersebut, selain sebagai rasa peduli adalah karena dengan kemanunggalan TNI dan Rakyat akan tumbuh. "Kemanunggalan TNI dan Rakyat ya salah satunya ini, bekerjasama memecahkan masalah dan bergotong royong," Pungkas Babinsa tersebut

Sertu Baderun Sampaikan Pentingnya Komsos Bersama Warga

Tengaran,kab Semarang-Babinsa Klero Koramil 06/Tengaran Sertu Baderun Jaga Komunikasi Dengan Aktif Tatap Muka Langsung dengan masyarakat desa binaannya.

Untuk meningkatkan kemanunggalan, Sertu Baderun menghadiri rapat Musyawarah Masyarakat Desa yang di pelopori Upt Puskesmas Tengaran,Kegiatan yang berlangsung Balai Desa klero kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang ini dibuka oleh Kades klero , Selasa (03/11)


Dalam pengantarnya Kades Klero menyampaikan, Ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Tim dari Puskesmas  yang hadir dalam Musyawarah Masyarakat Desa. Kades juga menghimbau seluruh peserta agar aktif mengemukakan pendapat dan pengalaman sehingga membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama.

Kepala Puskesmas Klero menyampaikan, pengertian Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil survei mawas diri.

Tujuan dilaksanakannya MMD, diantaranya, agar masyarakat mengenal permasalahan kesehatan yang ada di lingkungannya, mengajak masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan Desa Siaga dan Poskesdes. Di sini peran masyarakat cukup dominan dalam menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan, dan melaksanakan Desa Siaga dan Poskesdes.

Babinsa Klero menegaskan bahwa Dengan melaksanakan Komsos secara aktif dalam hal ini rapat musyawarah masyarakat desa akan terjalin hubungan emosional yang sangat akrab dengan masyarakat dan ajang saling tukar pikiran serta tempat untuk mengetahui situasi dan kondisi desa binaan, ujar nya.

Sebagai Babinsa Koramil 06/Tengaran sangat berperan aktif dengan harapan sebagai komando kewilayahan serta kemanunggalan TNI dengan Rakyat dapat terjaga dengan Harmonis. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bertujuan untuk mengetahui taraf kesehatan masyarakat yang ada dilingkungan.

Sembari Menikmati Keindahan Tanaman Bonsai Dan Hias,Serka Abdillah L tetap Ingatkan Warga Patuhi Prokes

 



Sidorejo,Salatiga-Demam tanaman hias kini mewabah kembali, mirip seperti dulu ketika orang tergila-gila kepada daun Gelombang Cinta, Kuping Gajah atau Lidah Mertua. Bedanya, demam tanaman hias kali ini tak hanya menghinggapi kaum ibu, tapi sudah meluas hingga kalangan anak-anak muda milenial.

Ada yang mengaitkan kegandrungan pada tanaman hias dengan cara hidup baru di masa pandemi yang mengharuskan orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Seperti juga di kota Salatiga khususnya,demam tanaman hias pun melanda berbagai kalangan,ada yang hanya sekedar hobi ada juga yang dijual,Selain ditawarkan di lapak-lapak pinggir jalan, tanaman hias kini juga ramai diperjualbelikan secara daring, lewat e-commerce maupun media sosial. Jika Anda mencari tanaman monstera di Tokopedia, misalnya, Anda akan dibanjiri ratusan penawaran dengan harga yang sangat bervariasi.

Seperti Bursa Bonsai dan tanaman hias yang di gelar di Swalayan Aneka jaya jalan Imam Bonjol kelurahan Sidorejolor, Salatiga.Tampak masyarakat pecinta tanaman hias berkumpul di stand tersebut,Babinsa Sidorejo Lor Koramil 01/Kota Serka Abdillah L sembari memantau kondisi keamanan juga tetap mengingatkan kepada penjual dan pembeli untuk tetap patuh menggunakan masker,Senin Malam (02/11)

"Saya mengingatkan kepada penjual dan masyarakat pecinta tanaman Bonsai dan Hias untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,karena masa pandemi ini belum di nyatakan berakhir maka dari itu kita semua harus sama sama menjaga kesehatan"tegasnya

karena pandemi ini bisa berakhir apabila kita semua dapat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sehingga angka penyebaran cepat menurun.

"Jangan sampai kita terlena dengan keindahan Bonsai dan tanaman hias sehingga kita mengabaikan Prokes pencegahan Covid-19,Indah tanamannya indah juga kesehatan kita"selorohnya dihadapan penjual dan warga di Bursa Bonsai tersebut

Selamatan Di Wilayah Binaan,Ini Pesan Sertu Abdul Majid

 



Banyubiru,Kab Semarang-Babinsa Banyubiru Sertu Abdul Majid Koramil 12/Banyu Biru menghadiri acara "Selametan" pembangunan Rabat Beton jalan dusun Demakan di Halaman Masjid Al Manaar dusun Demakan Desa Banyubiru kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang,Senin (02/11)

Selamatan merupakan sebuah Tradisi yang hingga kini tetap dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat Jawa. Salah satu upacara adat Jawa ini dilakukan sebagai upaya dan doa memohon keselamatan dari Allah SWT agar diberikan kelancaran dan dijauhkan dari hambatan dalam pengerjaan sebuah proyek.

Berkaitan dengan akan dibangunnya Rabat Jalan di dusun Demakan maka PLT Camat Banyubiru Harnoto S.sos, MM,Kepala desa Banyubiru  Sri Anggoro Siswaji,Babinsa Banyubiru Sertu Abdul Majid,Bhabinkantibmas desa Banyubiru Bripka Lilik Eriawan,serta Toga dan Tomas serta warga dusun Demakan mengadakan acara Selamatan secara sederhana.

Kegiatan yang didanai dengan dana desa itu, pemerintah desa terus berupaya memaksimalkan manfaat untuk membangun beberapa infrastruktur termasuk pembuatan jalan rabat beton ini yang jadi jalan penghubung di dusun Demakan ini.

Sertu Abdul Majid menyampaikanKomunikasi sosial ini harus rutin di lakukan, salah satunya seperti saat ini menghadiri kegiatan selamatan ini.

 Babinsa mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Tetap menjaga adat istiadat warisan leluhur terdahulu, sehingga tidak akan punah di makan jaman. “Kalau bukan kita yang menjaga, terus siapa lagi?”, ujarnya.

Danramil 08/Suruh Pimpin Apel Pagi, Ini Tujuannya



Suruh,Kab Semarang-Danramil 08/Suruh Kapten Inf. Untung Hardjanto pimpin apel pagi seluruh personel Makoramil 08/Suruh, Senin(02/11)

Apel pagi merupakan sebuah tindak lanjut dari upaya penegakan disiplin sebelum para personel babinsa melaksanakan aktivitas kerja di wilayah binaan masing-masing.

Hal tersebut di sampaikan Kapten Inf. Untung Hardjanto di hadapan seluruh personel saat pelaksanaan kegiatan apel pagi

Di tambahkan lagi Oleh Danramil 08/Suruh mengatakan “Pelaksanaan apel pagi ini dilaksanakan secara physical distancing seperti jaga jarak dan penggunaan masker serta mengutamakan kedisipilinan kerja personel dengan menepati waktu sehingga semua prajurit bisa mentaatinya,” ujar Danramil.

Lebih lanjut Kapten Inf Untung mengatakan bahwa kegiatan apel sebagai sarana untuk berbagi informasi tentang perkembangan situasi yang terjadi di wilayah maupun tentang tugas-tugas yang akan dilaksanakan oleh babinsa.

"Usai melaksanakan apel pagi para Babinsa berangkat menuju Wilayah Binaannya masing-masing untuk melaksanakan Binter sebagai tugas pokok Babinsa sekaligus memupuk kebersamaan dengan Masyarakat Binaan agar Kemanunggalan TNI dengan Rakyat tetap terjaga." Pungkas Danramil.

Danramil mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota perihal kinerja dan tugas yang telah dilaksanakan dengan baik terutama tentang Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 kepada warga di wilayah binaannya masing masing

Peduli Dengan Warga,Babinsa Penawangan Menggandeng Mahasiswa UNNES Berikan Penyuluhan Ke Warga

 



Pringapus,Kab Semarang-Babinsa Penawangan Koramil 15/Klepu jajaran Kodim 0714/Salatiga menghadiri Penyuluhaan Stunting dan Sex Education Pada Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh Mahasiswa UNNES Semarang di Balai desa Penawangan kecamatan Pringapus kabupaten Semarang,Minggu (01/11)

Materi Stunting yang disampaikan oleh Rista Pratiwi memberikan pemahaman bahwa kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Gizi buruk penyebab stunting pada anak ini bisa diakibatkan gizi buruk pada ibu maupun pada anak dalam masa vital tumbuh-kembangnya.

"Dampak stunting pada anak umumnya menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak seumurannya. Selain berdampak pada tinggi badan, kemampuan belajar anak cenderung lebih rendah serta anak jadi rentan terhadap penyakit"ujarnya

Penyebab dari Stunting antara lain Kadar Gizi Buruk Sejak Masa Kehamilan,Lingkungan Tidak Mendukung,Kurangnya Makanan Pendamping ASI (MPASI),Masalah Kebersihan Makanan dan Air ,Tidak Mendapat ASI Eksklusif,Infeksi,serta Lingkungan yang Tidak Higienis.

"Ironi nya stunting sering dianggap sepele di kalangan masyarakat. Padahal, pertumbuhan tinggi seorang anak berfungsi sebagai penanda berbagai kelainan patologis yang terkait dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas"tutupnya

Iffa Syariffatun dalam pembahasan tetntang Sex Education pada anak usia dini menekankan Hal itu wajib dilakukan dengan tujuan agar para remaja dapat terhindar dari dampak negatif perkembangan teknologi seperti pergaulan bebas dan nikah usia dini.

“Di era sekarang ini sudah banyak pemberitaan publik di semua media akhir-akhir ini tentang kejahatan seks terhadap perempuan dan anak di bawah umur, seperti kenakalan remaja mulai dari balap liar, narkoba dan seks bebas serta tindak kriminalitas yang melibatkan pelajar,” jelasnya.

bahwa pergaulan bebas dan nikah usia dini sebagian besar sering terjadi pada para remaja usia produktif, maka itulah perlunya bimbingan dan arahan sejak dini terhadap generasi muda baik secara formal maupun informal.

"Hal ini terjadi dikarenakan Banyak orang tua yang tidak memiliki pemahaman mengenai sex education sehingga seringkali terabaikan oleh orang tua. Tidak sedikit juga masyarakat yang merasa tabu atau tidak layak membahas mengenai sex kepada anak usia dini"tegasnya.